Komisi II DPRK Aceh Singkil Selidiki Klaim Lahan di Luar HGU PT PLB
https://www.singkilnews.id/2026/08/komisi-ii-dprk-aceh-singkil-selidiki.html
Foto,di lapangan
SINGKILNEWS.ID – Ketua Komisi II DPRK Aceh Singkil, Juliadi Bancin, memastikan pihaknya akan mendalami klaim warga Desa Kampung Baru terkait lahan di Jalan Singkil–Subulussalam yang diduga berada di luar Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB) Astra Agro Lestari.
Pernyataan itu disampaikan Juliadi setelah melihat berdirinya sebuah pondok di lokasi tersebut saat melintas menuju kantornya, Senin (3/8/2026).
"Saya terkejut saat lewat melihat ada rumah di lokasi itu. Informasi ini akan kami tindak lanjuti," ujarnya.
Menurut Juliadi, DPRK telah menerima informasi dari masyarakat yang mengklaim lahan tersebut bukan bagian dari HGU perusahaan. Untuk memastikan kebenarannya, Komisi II akan memanggil manajemen PT PLB guna mencocokkan peta HGU dengan lokasi yang dipersoalkan.
"Kalau memang benar berada di luar HGU, kita akan melihat petanya bersama pihak perusahaan. DPRK ingin meluruskan persoalan ini agar tidak memicu konflik di tengah masyarakat," katanya.
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan DPRK akan bersikap netral dan berpedoman pada fakta serta ketentuan hukum yang berlaku.
"Kami tidak berpihak kepada siapa pun. Jika lahan itu memang milik perusahaan, tentu harus dihormati. Namun apabila merupakan aset negara atau berada di luar HGU, maka hak masyarakat juga harus ditelusuri sesuai aturan," tegasnya.
Sebelumnya, sejumlah warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, melakukan pematokan lahan yang mereka yakini berada di luar HGU PT PLB. Warga mengaku langkah tersebut dilakukan karena kebutuhan lahan permukiman.
"Kami tidak memiliki tanah. Karena yakin lahan ini tidak masuk HGU, masyarakat berinisiatif melakukan pematokan," ujar salah seorang warga.
Selain memasang patok, warga juga berencana mendirikan pondok sederhana serta menanam kelapa dan tanaman produktif lainnya di lokasi tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Humas PT PLB Astra Agro Lestari, Teguh Arief Wibowo, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon juga belum memperoleh respons.(Red/SM)