Di Balik Usia Tua, SDN 1 Sangga Beru Terus Menunggu Perhatian Pemerintah

Kepsek SDN1sanggaberu Erlinda Sari S.Pd

SINGKILNEWS.ID – Di tengah gencarnya program pembangunan pendidikan, kondisi SD Negeri 1 Sangga Beru, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil justru memunculkan tanda tanya besar. Sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1980-an ini hingga kini masih bergelut dengan keterbatasan fasilitas dasar.

Minimnya infrastruktur seperti paving blok, pagar sekolah, MCK, hingga kekurangan Ruang Kegiatan Belajar (RKB) menjadi potret nyata yang memprihatinkan. Padahal, sekolah ini telah puluhan tahun berkontribusi mencetak generasi di daerah tersebut.

Kepala sekolah, Erlinda Sari, S.Pd., mengungkapkan bahwa pihak sekolah bukan tanpa upaya. Proposal pengajuan pembangunan bahkan telah disampaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Singkil.
 Halaman SDN 1 sanggabru

“Sudah kami ajukan sejak tahun sebelumnya, tapi belum juga terealisasi secara menyeluruh. Sementara kondisi sekolah terus membutuhkan perhatian serius,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Fakta ini memunculkan pertanyaan: sejauh mana komitmen pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah lama yang justru menjadi fondasi pendidikan di daerah?

Ironisnya, SDN 1 Sangga Beru berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan area Hak Guna Usaha (HGU) sejumlah perusahaan besar. Namun hingga kini, kontribusi nyata terhadap pembangunan fasilitas pendidikan di sekitar wilayah tersebut dinilai belum terlihat signifikan.

Salah satu tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa sudah saatnya pemerintah tidak bekerja sendiri, melainkan mendorong keterlibatan pihak perusahaan.
 saat upacara di sekolah

“Perusahaan seperti PT KKS dan PT Sofindo beroperasi tidak jauh dari sini. Sudah seharusnya ada tanggung jawab sosial yang nyata, terutama untuk pendidikan anak-anak di sekitar wilayah mereka,” tegasnya.

Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil agar tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktif membangun sinergi dan memastikan adanya kontribusi konkret dari pihak swasta.

“Jangan sampai sekolah tua yang sudah berjasa justru terus terabaikan. Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi masa depan anak-anak kita,” tambahnya.

Kondisi ini menjadi cermin bahwa pemerataan pembangunan pendidikan di daerah masih menyisakan pekerjaan rumah. Tanpa langkah cepat dan konkret, ketimpangan fasilitas pendidikan dikhawatirkan akan terus berlanjut—dan yang paling dirugikan adalah generasi penerus itu sendiri.(Red/sukri malau)



Related

SOSIAL 3783898858898424338

Post a Comment

emo-but-icon

item