Jalan Rusak Bertahun-tahun, Warga Perbatasan Aceh Singkil–Pakpak Bharat Terpaksa Patungan Perbaikan
https://www.singkilnews.id/2026/05/jalan-rusak-bertahun-tahun-warga.html
warga gotong royong
SINGKILNEWS.ID – Miris, di tengah harapan pembangunan infrastruktur yang merata, masyarakat perbatasan Kecamatan Suro, Kabupaten Aceh Singkil dengan Kecamatan Sibagindar, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, justru harus berjibaku memperbaiki sendiri jalan rusak yang selama ini menjadi satu-satunya akses penghubung antarwilayah.
Jalan yang berada di wilayah Desa Keras itu kini dalam kondisi memprihatinkan dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Kerusakan jalan membuat aktivitas masyarakat lumpuh, mulai dari pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan hingga akses warga untuk berbelanja maupun mengurus kebutuhan sehari-hari.
Dengan alat seadanya, puluhan warga dari Desa Keras, Desa Siompin, Kecamatan Suro hingga masyarakat Sibagindar turun langsung bergotong royong menimbun jalan berlumpur yang selama ini nyaris tak tersentuh pembangunan.
“Ini satu-satunya jalan menuju Kecamatan Sibagindar. Tapi kondisinya sangat sulit dilalui, apalagi sekarang musim hujan,” ujar Kalpin Berutu, salah seorang warga yang ikut dalam kegiatan gotong royong, Rabu (20/5/2026).
Kepala Kampong Keras, Derminton Berutu, menegaskan bahwa jalan tersebut bukan sekadar akses desa biasa, melainkan jalur vital penghubung dua kabupaten yang seharusnya mendapat perhatian serius pemerintah.
Menurutnya, meski Kecamatan Sibagindar berada di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat, akses utama menuju kawasan tersebut harus melewati Kecamatan Suro, tepatnya Desa Keras di Kabupaten Aceh Singkil.
“Karena itu masyarakat Desa Keras, Desa Siompin dan warga lainnya di Kecamatan Suro bersama masyarakat Kecamatan Sibagindar terpaksa bergotong royong memperbaiki jalan secara manual. Tapi pekerjaan seperti ini tentu tidak akan bertahan lama,” tegas Derminton.
Ironisnya, demi memperbaiki akses tersebut, warga harus patungan membeli sertu, batu padas, semen, menyewa alat molen hingga kendaraan pengangkut material ke lokasi pekerjaan. Semua dilakukan secara swadaya di tengah keterbatasan ekonomi masyarakat.
Derminton meminta pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi tidak lagi menutup mata terhadap kondisi jalan perbatasan tersebut.
“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat, kami meminta kepada Bupati Aceh Singkil, Gubernur Aceh, Bupati Pakpak Bharat, serta Gubernur Sumatera Utara agar segera menurunkan tim dan membangun jalan ini. Ini satu-satunya akses penghubung dua kecamatan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Aksi gotong royong warga ini menjadi gambaran nyata minimnya perhatian terhadap infrastruktur di wilayah perbatasan. Masyarakat berharap pemerintah dari kedua kabupaten segera berkolaborasi membangun jalan permanen agar mobilitas dan roda perekonomian warga tidak terus terhambat.
(Red/Sukri Malau)