Keyboard Viral di Perangusan Disorot, Gecik Tanah Merah Desak Mukim Punaga Bertindak

Gecik Tanah Merah M Ihsan

SINGKILNEWS.ID – Polemik hiburan keyboard yang menampilkan biduan dengan goyangan yang dinilai erotis dalam sebuah pesta hajatan di Desa Perangusan, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, terus menuai sorotan. Pemerintah desa hingga tokoh agama mendesak agar persoalan tersebut tidak berhenti sebatas kecaman, tetapi ditindaklanjuti melalui langkah nyata.

Gecik (Kepala Desa) Tanah Merah, Kecamatan Gunung Meriah, Muhammad Ihsan Chaniago, S.H.I., meminta Kepala Mukim Punaga segera memfasilitasi pertemuan bersama enam kepala desa dalam wilayah kemukiman tersebut untuk membahas polemik hiburan yang menjadi perbincangan masyarakat.

Ihsan menegaskan, persoalan itu perlu didudukkan bersama agar ada kesepahaman dan langkah tegas dalam mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari.

“Karena tempat kejadian berada dalam wilayah Kemukiman Punaga, kami meminta kepala mukim segera mengajak para kepala desa untuk duduk bersama. Kami berencana dalam waktu dekat menggelar pertemuan dengan lima kepala desa untuk membahas persoalan ini dan menentukan langkah yang tegas,” kata Ihsan kepada wartawan di salah satu kafe di kawasan Lae Butar, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, polemik tersebut tidak cukup disikapi melalui pernyataan atau kecaman semata. Diperlukan pembahasan bersama yang melibatkan unsur pemerintahan di tingkat mukim dan desa agar persoalan hiburan dalam hajatan masyarakat dapat ditangani secara serius dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Ia juga menyinggung adanya ketentuan Pemerintah Aceh terkait penyelenggaraan hiburan. Karena itu, hasil pertemuan nantinya diharapkan menjadi bahan untuk disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil agar mendapat perhatian dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

“Setelah kami duduk bersama dengan kepala mukim dan para kepala desa, hasil pembahasan akan kami sampaikan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti. Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas, sehingga perlu ada pembahasan dan penyelesaian yang jelas,” tegasnya.

Tokoh Agama Sebelumnya Ikut Mengecam
Sebelumnya, penampilan hiburan dalam pesta hajatan di Desa Perangusan tersebut juga mendapat sorotan dari Pimpinan Pondok Pesantren Darul Al-Falah Az-Zamzamiyah Lae Ijuk, Abi Salman, yang akrab disapa Abi Asli.

Ia menyayangkan penampilan biduan dengan goyangan yang dinilai melampaui batas kewajaran. Menurutnya, penyelenggaraan hiburan dalam acara masyarakat semestinya tetap memperhatikan norma agama, adat istiadat, serta nilai-nilai yang dijunjung tinggi masyarakat Aceh.

Dalam keterangannya kepada awak media, Senin (19/10/2026), Abi Salman menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian serius agar penyelenggaraan hiburan tidak mengabaikan nilai-nilai Syariat Islam yang berlaku di Aceh.

“Kita sangat menyesalkan adanya pementasan biduan dengan aksi yang keluar dari batas kewajaran. Ini jelas terkesan tidak menghormati nilai-nilai Syariat Islam yang berlaku di Aceh pada umumnya dan Aceh Singkil pada khususnya,” tegas Abi Salman.

Kini, masyarakat menantikan tindak lanjut dari pemerintah mukim dan pemerintah desa. Rencana pertemuan yang disampaikan Gecik Tanah Merah diharapkan tidak sekadar menjadi respons atas viralnya sebuah video, tetapi mampu menghasilkan langkah konkret, pedoman yang jelas, serta koordinasi dengan pemerintah daerah terkait penyelenggaraan hiburan dalam kegiatan masyarakat.(Redaksi)





Related

SOSOAL 7542263550641332438

Post a Comment

emo-but-icon

item