DPRK Aceh Singkil Murka! Isu “Innova Reborn” Disebut Fitnah Keji untuk Gagalkan Interpelasi
https://www.singkilnews.id/2026/02/dprk-aceh-singkil-murka-isu-innova.html
SINGKILNEWS.ID – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Singkil (DPRK) geram. Isu liar yang menyebut anggota DPRK akan menerima satu unit mobil Innova Reborn jika berhasil memakzulkan Safriadi Oyon disebut sebagai fitnah keji dan upaya sistematis membusukkan lembaga legislatif.
Ketua DPRK, Amaliun, menegaskan kabar tersebut adalah hoaks tanpa dasar.
“Itu hoax, tidak bertanggung jawab, dan jelas bernuansa pembunuhan karakter. Jangan kotori ruang publik dengan fitnah murahan,” tegas Amaliun, Senin (23/2/2026).
Isu “Innova Reborn” muncul dari sebuah pemberitaan yang mengklaim bersumber dari “internal DPRK”. Namun ironisnya, tak ada nama, tak ada dokumen, tak ada bukti yang ditampilkan. Hanya narasi sepihak yang dilempar ke publik di tengah memanasnya situasi politik.
Interpelasi Digulirkan, Isu Gratifikasi Tiba-Tiba Muncul Saat ini DPRK Aceh Singkil tengah menggulirkan hak interpelasi terhadap Bupati Oyon. Bahkan, wacana penggunaan hak angket mulai dibahas—yang secara konstitusional bisa berujung pada proses pemakzulan.
Pimpinan DPRK menilai, kemunculan isu “imbalan mobil” bukan kebetulan.
Narasi tersebut diduga kuat sebagai upaya pengalihan isu dan strategi delegitimasi terhadap langkah interpelasi yang sedang berjalan.
Wakil Ketua DPRK, Wartono, bahkan menyebut pihaknya mengetahui siapa yang memainkan isu tersebut.
“Yang melontarkan isu itu kami tahu. Kami tahu dia berafiliasi ke mana. Jangan lempar batu sembunyi tangan,” sindir Wartono tajam.
DPRK Tantang: Jika Ada Bukti, Laporkan!
Pimpinan DPRK tidak tinggal diam. Mereka secara terbuka menantang pihak penyebar isu untuk melapor ke aparat penegak hukum jika benar ada janji mobil atau praktik gratifikasi.
“Kalau memang ada janji mobil, itu pidana. Silakan laporkan. Jangan cuma berani melempar isu receh tanpa bukti,” tegas Amaliun.
Menurutnya, tudingan seperti itu bukan hanya mencederai marwah lembaga, tetapi juga berpotensi menyesatkan opini publik.
“Jangan Main Api!”
DPRK mengingatkan agar pihak-pihak tertentu tidak bermain api dengan menyebarkan tudingan tanpa dasar hukum yang jelas. Dalam situasi politik yang sedang tegang, informasi liar berpotensi memicu instabilitas dan konflik horizontal.
“Politik boleh panas, tapi jangan gunakan fitnah sebagai senjata,” tutup pimpinan DPRK.(Red)