Politik Pemerintah Aceh Singkil Dinilai Seperti “Bayi Balita”GPPM: Berhenti Saling Serang, Fokus Bangun Daerah
https://www.singkilnews.id/2026/02/politik-pemerintah-aceh-singkil-dinilai.html
SINGKILNEWS.ID – Ketua Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat (GPPM), Masdi Munthe, SH, menilai dinamika politik yang terjadi antara pihak eksekutif dan legislatif di Kabupaten Aceh Singkil semakin memanas dan cenderung tidak produktif.
Masdi menyebut, polemik yang terus bergulir di ruang publik memperlihatkan sikap saling menyudutkan antara dua lembaga pemerintahan tersebut. Menurutnya, kondisi ini justru menimbulkan kegaduhan politik yang tidak sehat di tengah masyarakat.
“Yang terlihat hari ini adalah pertunjukan politik yang sarat sensasi. Eksekutif dan legislatif seolah saling serang di ruang publik, bukan duduk bersama mencari solusi,” tegas Masdi.
Ia menilai, kisruh yang terjadi mencerminkan ketidakdewasaan dalam berpolitik. Seharusnya, kedua belah pihak mampu bersinergi dan berpikir jernih demi kepentingan pembangunan Kabupaten Aceh Singkil, bukan justru memperuncing konflik yang berpotensi menghambat kemajuan daerah.
Menurutnya, dampak dari konflik politik tersebut bisa berimbas pada keterlambatan pembangunan di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.
“Jika energi terus dihabiskan untuk konflik, maka yang dirugikan adalah masyarakat. Pembangunan bisa tersendat, pelayanan publik terganggu, dan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah semakin menurun,” ujarnya.
Masdi mendesak agar eksekutif dan legislatif di Kabupaten Aceh Singkil segera membangun komunikasi yang solid dan konstruktif. Ia menekankan pentingnya kerja sama yang konkret demi mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Kontestasi politik sudah selesai. Saatnya bersatu dan bahu-membahu membangun daerah. Jangan biarkan ego politik mengorbankan masa depan masyarakat Aceh Singkil,” tegasnya.
Sebagai kontrol sosial, GPPM mengingatkan bahwa kondisi sosial-ekonomi Kabupaten Aceh Singkil saat ini masih memprihatinkan.
Berdasarkan sejumlah indikator pembangunan, Aceh Singkil masih termasuk daerah dengan tingkat kemiskinan dan ketertinggalan yang tinggi di Provinsi Aceh.
“Kita semua tahu kondisi daerah ini. Justru karena itu, seluruh elemen pemerintahan harus bersatu. Bukan memperlihatkan politik seperti bayi balita yang belum matang dalam mengambil sikap,” pungkas Masdi.(Red)