BBM Terus Masuk, Antrean Tetap Panjang: Harga Pertalite Eceran di Gunung Meriah Melambung

 Kadishub bersalaman dengan sopir tangki

SINGKILNEWS.ID – Antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, mulai berdampak pada kenaikan harga BBM eceran jenis pertalite di sejumlah titik penjualan.

Harga pertalite eceran yang sebelumnya dijual Rp13.000 per botol Aqua kini naik menjadi Rp15.000. Sementara untuk botol penuh, harga yang sebelumnya sekitar Rp20.000 kini melonjak menjadi Rp25.000.

Kenaikan tersebut dikeluhkan warga yang terpaksa membeli BBM eceran karena kesulitan mendapatkan bahan bakar di SPBU.

“Biasanya kami isi satu botol Aqua Rp13 ribu, sekarang sudah Rp15 ribu. Itu pun tidak penuh. Kalau yang penuh biasanya dari Rp20 ribu sekarang jadi Rp25 ribu. Kami juga kaget dengan kenaikan ini,” ujar seorang warga di Kecamatan Gunung Meriah, Jumat (6/3/2026).

Menurut warga, antrean di SPBU sebenarnya tidak sepanjang saat pasca bencana banjir beberapa waktu lalu. Namun harga BBM eceran justru cepat naik di tingkat pedagang.

“Kalau dilihat antrean di SPBU tidak terlalu panjang seperti pasca bencana kemarin. Tapi kenapa harga eceran cepat sekali dinaikkan oleh pedagang,” tambahnya.

Warga berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengantisipasi lonjakan harga BBM eceran serta memastikan distribusi bahan bakar berjalan normal di Aceh Singkil.

“Harapan kami pemerintah daerah bisa turun tangan agar harga minyak tidak terus melambung dan ada langkah nyata mengatasi persoalan BBM ini,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil, Syam’un Nasution, melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Jumat (6/3/2026), turut menyoroti kondisi antrean BBM yang terjadi.

Dalam tulisannya, ia menggambarkan situasi tersebut dengan kalimat bernada kritik.
“Di ujung selang harapan tersendat, roda berbaris, napas tersendat. Bukan emas yang dicari umat, hanya bensin untuk perut sejengkal umat,” tulisnya.

Syam’un juga mempertanyakan kondisi distribusi BBM yang dinilai tidak sebanding dengan antrean yang terus terjadi.

“Terasa aneh ketika truk pengangkut BBM selalu masuk tanpa putus, tetapi kelangkaan dan antrean justru semakin menjadi. Banyak harapan kami titipkan kepada aparat penegak hukum agar dapat menindak oknum yang memanfaatkan situasi ini,” tulisnya.

Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengambil langkah tegas agar distribusi BBM di Aceh Singkil kembali normal dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.(Red/Sukri Malau)

Related

SOSIAL 2748935772663791081

Post a Comment

emo-but-icon

item