Dari Sawit ke Daging! BUMDes Cibubukan Buktikan Uang Desa Bisa Langsung Dinikmati Rakyat
https://www.singkilnews.id/2026/03/dari-sawit-ke-daging-bumdes-cibubukan.html
SINGKILNEWS.ID – Di saat banyak pengelolaan dana desa kerap disorot, Pemerintah Desa (Pemdes) Cibubukan, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, justru menunjukkan bukti nyata: keuntungan BUMDes langsung kembali ke rakyat dalam bentuk daging kerbau gratis jelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Program ini bukan sekadar seremonial. Satu ekor kerbau jantan dibeli dari hasil usaha perkebunan kelapa sawit milik BUMDes, lalu dibagikan kepada masyarakat.
Bukan Janji, Tapi Bukti Kepala Desa Cibubukan, Sayuti, menegaskan bahwa program ini lahir dari kesepakatan warga melalui musyawarah desa.
“Ini bukan bantuan dari luar, ini murni hasil usaha desa. Keuntungan sawit kita kembalikan ke masyarakat,” tegasnya,kamis(19/3/2026).
Langkah ini menjadi tamparan halus bagi desa-desa lain yang BUMDes-nya mandek atau bahkan tak jelas arah pengelolaannya. Warga: Ini yang Kami Rasakan!
Bagi warga, program ini bukan hanya soal daging, tetapi soal kehadiran nyata pemerintah desa di tengah kesulitan ekonomi.
“Kalau begini, kami benar-benar merasakan manfaat BUMDes. Tidak perlu beli daging lagi untuk lebaran,” ujar salah satu warga.
Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik, pembagian daging gratis ini menjadi angin segar bagi masyarakat.
Konsisten dan Berpihak
Program ini bukan baru sekali dilakukan. Selama kepemimpinan Sayuti, pembagian daging dari hasil BUMDes telah menjadi agenda rutin setiap tahun.
“Kami ingin BUMDes ini terus hidup dan berkembang. Kuncinya ada di dukungan masyarakat,” katanya.
Contoh Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Apa yang dilakukan Pemdes Cibubukan menjadi bukti bahwa BUMDes bukan sekadar nama atau formalitas, melainkan alat nyata untuk meningkatkan kesejahteraan warga jika dikelola dengan benar.
Di tengah banyaknya sorotan terhadap pengelolaan dana desa, Cibubukan justru tampil sebagai contoh—bahwa transparansi dan keberpihakan kepada rakyat bukan hal mustahil.(Red/Sukri Malau)