12 Tahun Mengabdi, Dibuang Tanpa Harga: Hasanuddin Berutu Diduga Jadi Korban Ketidakadilan Seleksi P3K 2024

Foto: Haaanudin Beruru

SINGKILNEWS.ID – Kisah pilu datang dari pelosok Aceh Singkil. Hasanuddin Berutu, warga Desa Sirimo Mungkur, Kecamatan Suro Makmur, diduga menjadi korban ketidakadilan dalam proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahun 2024 di lingkup Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTHP) Aceh Singkil.

Selama 12 tahun mengabdi sebagai tenaga honorer, Hasanuddin justru harus menelan kenyataan pahit: namanya tak pernah muncul dalam daftar kelulusan maupun pelantikan tahap awal P3K. Pengabdian lebih dari satu dekade itu seolah tak bernilai di mata sistem.
Kekecewaan yang ia rasakan bukan sekadar soal gagal lolos seleksi, tetapi tentang rasa keadilan yang dipertanyakan. Di tengah jargon reformasi birokrasi, kisah Hasanuddin justru menjadi potret buram tata kelola kepegawaian di daerah berjuluk “Bumi Metuah Syekh Abdur Rauf As Singkili”.

Apakah pengabdian panjang tak lagi menjadi pertimbangan? Ataukah hanya mereka yang memiliki akses dan koneksi yang bisa bertahan dalam sistem?

“Sudah kami laporkan secara resmi ke BKPSDM Aceh Singkil sejak tahun lalu, tapi hasilnya buntu. Seolah laporan kami tidak dianggap,” ungkap Hasanuddin kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Nada suaranya datar, namun sarat kekecewaan. Ia mengaku lelah berharap, tetapi juga tak punya pilihan selain menerima keadaan.

“Kami ini masyarakat biasa. Tidak punya koneksi ke atas. Kami hanya mengandalkan kerja dan pengabdian. Tapi ternyata itu belum cukup,” ujarnya lirih.

Di balik pernyataan itu, tersimpan pertanyaan besar: apakah keadilan di negeri ini masih berpihak pada mereka yang tulus mengabdi?

Kisah Hasanuddin bukan sekadar cerita individu, melainkan alarm keras bagi pemerintah daerah. Jika benar terjadi ketimpangan dalam proses seleksi, maka ini bukan lagi soal satu orang—melainkan soal integritas sistem.

Kini, harapan terakhir hanya tersisa pada keadilan yang belum sepenuhnya mati.

“Semoga Allah memberikan jalan terbaik bagi kami,” tutupnya penuh harap.
(Red/sukri malau)



Related

SOSIAL 1651410084256561337

Post a Comment

emo-but-icon

item