APBK Mandek, Bupati Sudah di Gedung Tapi Enggan Masuk Sidang

DPRK Aceh singkil

SINGKILNEWS.ID — Rapat paripurna DPRK Aceh Singkil untuk pengesahan APBK berubah jadi panggung kebuntuan. Bupati sudah di gedung, tapi tak masuk ruang sidang. Rapat pun mandek tanpa kejelasan, Selasa (7/4/2026).

Situasi ini memantik kecurigaan. Di saat agenda menyangkut hajat hidup masyarakat luas, justru terjadi tarik-ulur yang tak transparan. Sejumlah anggota dewan hanya duduk menunggu, tanpa kepastian kapan palu sidang diketuk.

Kondisi ini bukan sekadar keterlambatan teknis—melainkan sinyal kuat adanya kebuntuan serius antara eksekutif dan legislatif.

Pemerhati daerah, Budi Harjo, menilai apa yang terjadi tidak wajar dan berpotensi mencederai akal sehat publik.

“Sudah hadir di lokasi tapi tidak masuk ruang sidang? Ini bukan hal biasa. Ini memberi kesan ada sesuatu yang ditahan atau belum beres,” tegasnya.

Menurutnya, publik layak curiga ada persoalan mendasar, baik dalam tarik-menarik kepentingan politik maupun kebuntuan dalam pembahasan anggaran.

Dampaknya tak main-main. APBK adalah urat nadi pembangunan daerah. Jika tersendat, maka program pembangunan berisiko lumpuh dan pelayanan publik ikut terganggu.

“Jangan sampai masyarakat jadi korban dari kebuntuan elit. Ini uang rakyat, bukan ruang tarik-ulur tanpa ujung,” sentil Budi.

Minimnya penjelasan resmi semakin memperkeruh keadaan. Pemerintah daerah dinilai terlalu tertutup, membuka ruang spekulasi liar yang justru merusak kepercayaan publik.

Sementara itu, Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, hanya memberikan jawaban singkat tanpa penjelasan substansial.

“Kita menunggu karena belum ada keputusan, itu saja,” ujarnya usai rapat diskors.

Jawaban tersebut justru menambah tanda tanya: keputusan apa yang belum ada, dan mengapa proses sepenting ini terkesan dibiarkan menggantung.(red)

Related

SOSIAL 6619126535846047106

Post a Comment

emo-but-icon

item