Harga Beras Naik, Pedagang Aceh Singkil Mengeluh Omzet Anjlok

SINGKILNEWS.ID – Kenaikan harga beras yang terus terjadi di Kabupaten Aceh Singkil bukan hanya membebani masyarakat, tetapi juga memukul para pedagang. Harga naik, namun keuntungan tak ikut bertambah. Sebaliknya, omzet mereka justru anjlok akibat daya beli warga yang semakin melemah.

Pedagang beras di Kecamatan Singkil Utara, Gajah Manik, mengaku harga beras premium telah naik sekitar Rp5.000 hingga Rp7.000 per sak. Dampaknya, konsumen mulai meninggalkan beras premium dan beralih ke beras medium yang lebih murah.

"Pendapatan kami turun drastis. Dulu bisa menjual 8 sampai 10 sak sehari, sekarang paling banyak hanya 2 sampai 3 sak," ujarnya, Senin (27/7/2026).

Penurunan penjualan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga telah menggerus kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Beras yang merupakan makanan utama kini mulai terasa semakin sulit dijangkau.

Di sisi lain, Bulog Cabang Blangpidie melalui Asisten Manajer Pemasaran, Teguh Dwi, menyebut kenaikan harga beras bukan dipicu harga gabah maupun BBM, melainkan meningkatnya harga plastik sebagai bahan kemasan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil berupaya meredam gejolak harga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyalurkan sekitar 14 ton beras SPHP dan 2.160 liter minyak goreng Minyakita di lima kecamatan.

Namun, di tengah terus merangkaknya harga kebutuhan pokok, masyarakat berharap langkah pemerintah tidak berhenti pada operasi pasar sesaat. 

Pengawasan distribusi dan kebijakan yang mampu menekan harga secara berkelanjutan dinilai lebih dibutuhkan agar daya beli masyarakat tidak terus terpuruk dan pedagang kecil kembali bisa bernapas.(Red)

Related

SOSIAL 8526324566366393551

Post a Comment

emo-but-icon

item