Haji Zai di Milad ke-6 PMSS: Jangan Biarkan Jarak Memisahkan Persaudaraan
https://www.singkilnews.id/2026/10/haji-zai-di-milad-ke-6-pmss-jangan.html
Foto:Haji Zai,saat di acara Milad ke 6 PMSS
SINGKILNEWS.ID,subulussalam – Enam tahun bukan sekadar hitungan waktu. Bagi keluarga besar Pepulungan Malau Singkil-Subulussalam (PMSS), enam tahun adalah perjalanan panjang dalam menjaga tali persaudaraan, merawat silaturahmi dan mempertahankan rasa kebersamaan di tengah kesibukan serta jarak yang memisahkan.
Pesan penuh makna itu turut disampaikan tokoh masyarakat Kota Subulussalam, Haji Zainuddin Malau atau yang akrab disapa Haji Zai, saat menghadiri Milad ke-6 PMSS di Desa Lae Bersih, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Sabtu (3/10/2026).
Haji Zai yang pernah menjadi anggota DPRK Kota Subulussalam itu hadir bukan sekadar sebagai tamu. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap wadah kekeluargaan yang selama enam tahun telah menjadi tempat berkumpulnya keluarga Malau dari Singkil dan Subulussalam.
Di hadapan keluarga besar PMSS, Haji Zai menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar perkumpulan tersebut terus hidup dan semakin kuat.
“Kami mengucapkan selamat Milad PMSS ke-6. Semoga tetap jaya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota PMSS di Singkil dan Subulussalam serta panitia pelaksana. Kami sangat bangga dan bahagia melihat perkumpulan Malau ini sudah terbentuk dan terus berjalan,” ujar Haji Zai.
Dengan nada penuh kekeluargaan, ia juga mengakui bahwa selama ini dirinya belum banyak terlibat dalam kegiatan PMSS.
Namun, menurutnya, jarangnya hadir dalam kegiatan bukan berarti berkurangnya rasa memiliki dan dukungan terhadap perkumpulan keluarga tersebut.
“Selama ini saya memang kurang aktif di PMSS. Tapi bukan berarti dukungan saya berkurang. Saya tetap mendukung PMSS,” katanya.
Bagi Haji Zai, keberadaan PMSS memiliki arti penting. Perkumpulan tersebut bukan hanya tempat bertemu, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan kembali keluarga yang mungkin selama ini terpisah oleh kesibukan, jarak dan kehidupan masing-masing.
Karena itu, ia menyatakan siap ikut mengajak keluarga Malau lainnya di Kota Subulussalam dan sekitarnya untuk bersama-sama menjaga keberadaan PMSS.
“Saya akan menginformasikan kepada keluarga yang ada di Kota Subulussalam dan sekitarnya bahwa Pepulungan Malau Singkil-Subulussalam sudah terbentuk dan sekarang sudah berusia enam tahun,” tuturnya.
Ia berharap semakin banyak keluarga yang bersedia bergabung dan mengambil bagian dalam menjaga perkumpulan tersebut.
“Kita berharap kepada semua saudara-saudara agar bisa bersama-sama dalam perkumpulan ini,” pesannya.
Bukan Sekadar Perkumpulan
Pepulungan Malau Singkil-Subulussalam (PMSS) menggelar Milad ke-6 dengan mengusung tema “Menjaga Hangat Silaturahmi, Merawat Semangat Kekompakan.”
Peringatan yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Subulussalam itu menjadi momentum bagi keluarga besar PMSS untuk kembali berkumpul dalam suasana penuh keakraban.
Di tengah kehidupan yang terus berubah, pertemuan seperti ini menjadi pengingat bahwa hubungan keluarga tidak boleh berhenti hanya karena jarak.
Ada saudara yang tinggal di Singkil, ada yang menetap di Subulussalam, dan ada pula yang mungkin telah lama tidak bertemu. Namun melalui PMSS, mereka kembali dipertemukan dalam satu ikatan kekeluargaan.
Milad ke-6 akhirnya bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah perkumpulan. Lebih dari itu, menjadi pengingat bahwa persaudaraan harus dirawat, silaturahmi harus dijaga, dan kekompakan harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sebab, sejauh apa pun keluarga pergi dan sesibuk apa pun kehidupan dijalani, akan selalu ada tempat untuk pulang: keluarga dan persaudaraan. (Red/sukri malau)