Aceh Singkil di Persimpangan: Setahun Oyon–Hamzah, Arah Pembangunan Mulai Dipertanyakan
https://www.singkilnews.id/2026/01/aceh-singkil-di-persimpangan-setahun.html
Oleh Redaksi
SINGKILNEWS.ID—Hampir satu tahun kepemimpinan Safriadi Oyon–Hamzah Sulaiman berjalan di Kabupaten Aceh Singkil. Dalam rentang waktu tersebut, publik mulai bertanya: sejauh mana arah pembangunan daerah ini benar-benar bergerak sesuai harapan masyarakat?
Berbagai agenda pemerintahan telah dilaksanakan, mulai dari rapat koordinasi, kunjungan kerja, hingga program-program yang dipublikasikan ke ruang publik.
Namun di sisi lain, masih terdapat sejumlah persoalan lama yang dirasakan belum menunjukkan kemajuan berarti. Isu kebun plasma sawit, dampak banjir terhadap kehidupan sosial-ekonomi warga, ketimpangan infrastruktur antarwilayah, serta transparansi pengelolaan Dana Desa, masih kerap menjadi bahan diskusi di tengah masyarakat.
Perlu diakui, satu tahun bukan waktu yang panjang untuk menuntaskan seluruh persoalan struktural. Namun periode tersebut seharusnya cukup untuk memperlihatkan arah kebijakan yang jelas dan konsisten. Bagi sebagian warga, perubahan yang diharapkan masih belum terasa secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Pembangunan terkesan berjalan administratif, tetapi belum sepenuhnya menjawab kebutuhan mendasar masyarakat bawah.
Dalam konteks demokrasi lokal, kritik dan masukan publik semestinya dipandang sebagai bagian dari proses evaluasi bersama. Ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat menjadi penting agar kebijakan yang diambil tidak terputus dari realitas di lapangan. Ketika aspirasi publik kurang tersalurkan, kepercayaan pun berisiko melemah.
Aceh Singkil sesungguhnya memiliki potensi sumber daya yang besar. Tantangannya terletak pada keberanian mengambil keputusan strategis dan keberpihakan yang tegas terhadap kepentingan rakyat.
Tanpa itu, pembangunan berisiko hanya menjadi rutinitas program dan serapan anggaran, bukan instrumen perubahan yang berdampak luas.
Masyarakat kini menanti langkah-langkah yang lebih terbuka, transparan, dan terukur. Bukan sekadar janji, melainkan tindakan nyata yang dapat dirasakan bersama. Tahun pertama pemerintahan menjadi fondasi penting bagi tahun-tahun berikutnya.
Aceh Singkil saat ini berada di titik persimpangan. Apakah kepemimpinan Oyon–Hamzah akan mampu menghadirkan arah baru yang lebih progresif, atau berjalan biasa tanpa terobosan berarti, masih akan ditentukan oleh kebijakan dan keberanian dalam mendengar suara rakyat.(***)