Awal 2026, Bupati Safriadi Oyon Kumpulkan ASN dan Aparatur Gampong: Disiplin dan Integritas Tak Bisa Ditawar
https://www.singkilnews.id/2026/01/awal-2026-bupati-safriadi-oyon.html
SINGKILNEWS.ID—Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, memimpin langsung apel gabungan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan aparatur gampong di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil pada awal tahun 2026.
Apel gabungan tersebut diikuti oleh seluruh ASN yang terdiri dari PNS dan PPPK, Imeum Mukim beserta jajaran, para Keuchik, serta anggota Badan Permusyawaratan Kampung (BPKAM).
Berdasarkan surat pemberitahuan resmi, apel gabungan dijadwalkan berlangsung Senin,(5/1/ 2026)bertempat di Lapangan Alun-alun Singkil, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Dalam ketentuan yang disampaikan, seluruh ASN di masing-masing instansi diwajibkan mengikuti apel dengan membawa papan nama SKPK. Daftar absensi setiap SKPK selanjutnya diserahkan kepada BKPSDM dan Sekretaris Daerah melalui Bagian Umum Setdakab Aceh Singkil.
Untuk ketentuan berpakaian, ASN diminta mengenakan pakaian dinas sesuai hari kerja, sementara peserta dari BPKAM menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam amanatnya, Bupati Safriadi Oyon menegaskan bahwa disiplin dan integritas merupakan fondasi utama keberhasilan pemerintahan.
“Saya tegaskan, disiplin adalah fondasi utama keberhasilan organisasi pemerintahan. Disiplin waktu, disiplin kerja, dan disiplin moral. Integritas adalah harga diri ASN, sementara profesionalisme adalah ukuran kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Ketiga hal ini tidak bisa ditawar dan tidak bisa dinegosiasikan,” tegas Oyon.
Ia juga mengajak seluruh aparatur untuk melakukan refleksi atas berbagai peristiwa yang telah dilalui, khususnya musibah banjir dan tanah longsor pada November 2025.
“Bencana bukan sekadar peristiwa alam, tetapi peringatan keras bagi kita semua. Negara harus hadir secara nyata, cepat, dan tepat. ASN, keuchik, imeum mukim, dan BPKAM harus lebih peka, sigap, dan bertanggung jawab dalam kondisi darurat, menjaga lingkungan, serta melindungi masyarakat,” ujarnya.
Bupati menutup amanatnya dengan menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh lambat dalam melayani rakyat.“Pemerintah tidak boleh lambat, apalagi abai,” tutupnya.
(Red/Sukri Malau)