35 Santri Diduga Keracunan, LSM Minta Audit Total Dapur MBG dan Usut Tuntas Penanggung Jawab
https://www.singkilnews.id/2026/02/35-santri-diduga-keracunan-lsm-minta.html
SINGKILNEWS.ID – Dugaan keracunan massal yang menimpa 35 santri di Pesantren Darul Mustofa, Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, Kamis malam (12/2/2026), memicu desakan keras dari LSM KPK RI Aceh Singkil.
Ketua DPC LSM KPK RI, Dedi Sumanto, meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil segera melakukan audit investigatif total terhadap pengelolaan dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola SPPG.
Puluhan santri dilaporkan mengalami sakit perut, muntah, dan pusing usai menyantap makanan dari dapur MBG. Para korban langsung dilarikan ke RSUD Aceh Singkil untuk mendapatkan perawatan intensif. Bahkan, salah satu santri mengaku makanan yang diterima mengeluarkan bau tidak sedap saat kemasan dibuka.
“Ini tidak bisa dianggap insiden biasa. Jika benar terjadi keracunan akibat makanan MBG, maka ada kelalaian serius dalam pengawasan dan kontrol kualitas. Audit investigatif harus dilakukan, bukan sekadar klarifikasi,” tegas Dedi, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, program yang menyasar anak-anak seharusnya memiliki standar keamanan pangan yang ketat. Ia menilai, jika pengawasan berjalan maksimal sejak dapur produksi hingga distribusi, insiden ini mestinya dapat dicegah.
Dedi juga menegaskan, bila terbukti ada kelalaian atau unsur kesengajaan, maka dinas terkait dan pengelola dapur MBG wajib dimintai pertanggungjawaban hukum.
“Jangan sampai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan gizi justru mencoreng nama daerah dan membahayakan kesehatan anak-anak. Siapa pun yang lalai harus bertanggung jawab,” ujarnya.
LSM KPK RI mendesak aparat kepolisian melakukan penyelidikan secara objektif dan transparan, termasuk memeriksa standar higienitas dapur, proses penyimpanan bahan makanan, hingga mekanisme distribusi.
Selain itu, Dedi mengimbau seluruh kepala sekolah, guru, dan pengelola pesantren di Aceh Singkil agar tidak lengah. Ia meminta setiap makanan MBG diperiksa terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada siswa.
“Jika ditemukan makanan berbau basi atau mencurigakan, hentikan pembagian dan segera laporkan. Keselamatan santri dan siswa adalah prioritas mutlak,” pungkasnya. (Red)