Dapur MBG Yayasan Nasabe Sajan Yatim Belum Kantongi SLHS, 35 Santri Diduga Keracunan

Kadis dinkes Mursal dan Dedi.S

SINGKILNEWS.ID – Fakta baru terungkap di balik dugaan keracunan massal yang menimpa 35 santri di Pesantren Darul Mustofa, Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah.

Dapur milik Yayasan Nasabe Sajan Yatim yang menyalurkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada para santri tersebut ternyata belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Mursal, menegaskan bahwa setiap pengelola dapur wajib melengkapi seluruh persyaratan dalam formulir Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) sebelum mendapatkan SLHS.

“Jika indikator tidak terpenuhi, dapur tidak akan mendapatkan sertifikat laik higiene sanitasi,” tegas Mursal kepada wartawan, Rabu malam (11/2/2026).

Ia juga mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima data apa pun terkait dapur MBG milik Yayasan Nasabe Sajan Yatim tersebut.

“Untuk yayasan tersebut, kami belum menerima data apa pun terkait dapur MBG ini,” ujarnya.
35 Santri Dilarikan ke RSUD
Sebelumnya, dugaan keracunan massal terjadi pada Rabu malam (11/2/2026). 

Sebanyak 35 santri di Pesantren Darul Mustofa dilaporkan mengalami sakit perut, muntah, dan pusing usai menyantap makanan dari dapur MBG. Seluruh korban langsung dilarikan ke RSUD Aceh Singkil untuk mendapatkan perawatan intensif.

Bahkan, salah satu santri mengaku mencium bau tidak sedap dari makanan saat kemasan dibuka.

Insiden ini langsung memicu reaksi keras dari LSM KPK RI Aceh Singkil. Ketua DPC, Dedi Sumanto, mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil segera melakukan audit investigatif total terhadap pengelolaan dapur program MBG yang dikelola SPPG.

“Ini tidak bisa dianggap insiden biasa. Jika benar terjadi keracunan akibat makanan MBG, maka ada kelalaian serius dalam pengawasan dan kontrol kualitas. Audit investigatif harus dilakukan, bukan sekadar klarifikasi,” tegas Dedi, Jumat (13/2/2026).

Desakan Audit Total
Menurut Dedi, persoalan ini menyangkut keselamatan anak-anak dan kredibilitas program pemerintah. Ia meminta audit tidak hanya difokuskan pada aspek administratif, tetapi juga standar kebersihan, distribusi, hingga pengawasan kualitas bahan makanan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dapur MBG Yayasan Nasabe Sajan Yatim belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. (Red)

Related

SOSIAL 4388771476331326534

Post a Comment

emo-but-icon

item