Warga Desak Pawai Obor di Setiap Desa, Tolak Konvoi Ugal-ugalan Saat Malam Takbiran

Foro.Ist

SINGKILNEWS.ID – Menjelang malam Hari Raya Idulfitri, gelombang aspirasi masyarakat kian menguat. Warga dari berbagai kalangan mendesak agar tradisi pawai obor kembali digelar di setiap desa melalui masjid dan mushalla, sekaligus menolak keras konvoi kendaraan bermotor yang dinilai kerap merusak suasana sakral malam takbiran.

Pawai obor dianggap bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari syiar Islam yang sarat makna—menghidupkan malam kemenangan dengan nuansa religius, tertib, dan penuh kebersamaan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Tokoh masyarakat, pemuda, hingga pengurus masjid menilai pawai obor memiliki nilai edukatif, sosial, dan spiritual yang kuat. Mereka mendorong agar kegiatan ini difasilitasi di seluruh desa, sehingga masyarakat bisa ikut berpartisipasi tanpa harus turun ke jalan raya dalam konvoi kendaraan.

“Pawai obor adalah warisan budaya yang harus dijaga. Ini bukan hanya meriah, tapi juga mendidik dan mempererat persaudaraan. Kami ingin malam takbiran kembali khidmat, bukan diwarnai kebisingan dan aksi ugal-ugalan,” tegas salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Gunung Meriah, Selasa (17/3/2026).

Di sisi lain, masyarakat secara tegas menolak konvoi kendaraan bermotor yang selama ini kerap menimbulkan persoalan. Mulai dari kemacetan, kebisingan, aksi kebut-kebutan, hingga kecelakaan lalu lintas yang membahayakan pengguna jalan.

Menurut warga, konvoi kendaraan tidak lagi mencerminkan semangat takbiran yang seharusnya penuh kekhusyukan dan nilai ibadah. Justru, aktivitas tersebut dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat.

Karena itu, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil bersama aparat keamanan untuk mengambil langkah tegas dengan mengarahkan perayaan malam takbiran ke kegiatan yang lebih positif, seperti pawai obor di lingkungan desa, serta membatasi bahkan meniadakan konvoi kendaraan bermotor.

Dengan langkah tersebut, masyarakat berharap malam takbiran dapat kembali menjadi momentum yang aman, tertib, religius, dan penuh makna, sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.(Red)




Related

SOSIAL 1007741122472446278

Post a Comment

emo-but-icon

item