GEMUKA Angkat Bicara Soal Video Emak-Emak Joget di Kantor Bupati: "Jangan Kaburkan Perjuangan Korban Bencana"
https://www.singkilnews.id/2026/06/gemuka-angkat-bicara-soal-video-emak.html
Foto: aksi di kantor bupati Aceh Singkil
SINGKILNEWS.ID – Koordinator Lapangan Gerakan Masyarakat Kemukiman Pemuka (GEMUKA), Buyung Sanang, membenarkan beredarnya video yang memperlihatkan sejumlah emak-emak berjoget di teras Kantor Bupati Aceh Singkil saat aksi penyampaian aspirasi berlangsung pada Senin (8/6/2026).
Namun, menurut Buyung, peristiwa tersebut harus dilihat secara utuh dan tidak dipisahkan dari situasi yang terjadi di lapangan saat itu.
Ia menyebut, massa aksi yang mayoritas merupakan korban banjir dan tanah longsor telah menunggu berjam-jam kepastian penandatanganan surat pernyataan oleh Bupati Aceh Singkil terkait tuntutan mereka.
"Peristiwa itu justru menggambarkan kondisi masyarakat yang sudah terlalu lama menunggu kepastian. Mereka datang membawa harapan dan memperjuangkan hak-hak korban bencana, tetapi harus menanti dalam waktu yang panjang tanpa kejelasan," kata Buyung, Selasa (9/6/2026).
Ia menegaskan, saat kejadian berlangsung, lokasi aksi tidak hanya dipenuhi peserta demonstrasi. Sejumlah pejabat pemerintah daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), personel Satpol PP, Wilayatul Hisbah (WH), hingga staf Kantor Bupati juga berada di tempat dan menyaksikan langsung kejadian tersebut.
"Kalau memang dianggap tidak pantas dan mencederai marwah daerah, maka pertanyaan itu seharusnya tidak hanya diarahkan kepada penyelenggara aksi. Banyak unsur pemerintah dan aparat yang menyaksikan langsung. Mengapa tidak ada upaya pembinaan atau pencegahan saat itu terjadi?" ujarnya.
Buyung juga menepis anggapan bahwa pihaknya sengaja membiarkan kejadian tersebut. Menurutnya, sebagai penyelenggara aksi, GEMUKA harus mengutamakan keamanan dan ketertiban massa.
"Kami tidak bisa serta-merta mengambil tindakan yang berpotensi memicu gesekan di tengah situasi yang sensitif dan emosional. Prioritas kami adalah menjaga aksi tetap berlangsung secara damai dan kondusif," katanya.
Lebih lanjut, Buyung menyatakan menghormati kewenangan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Singkil dalam memberikan pandangan moral dan keagamaan. Namun, ia berharap polemik yang muncul tidak mengaburkan persoalan utama yang sedang diperjuangkan masyarakat.
"Sejak awal fokus kami adalah memperjuangkan hak-hak korban banjir dan tanah longsor yang hingga saat ini masih menunggu realisasi bantuan dari pemerintah. Jangan sampai substansi perjuangan masyarakat tenggelam hanya karena perdebatan mengenai satu peristiwa yang terjadi akibat kejenuhan massa menunggu kepastian," tegasnya.
Sebelumnya, salah satu media online memberitakan bahwa MPU Aceh Singkil akan memanggil penanggung jawab aksi GEMUKA terkait beredarnya video emak-emak berjoget di lingkungan Kantor Bupati Aceh Singkil.
Pemanggilan tersebut dilakukan menyusul munculnya penilaian bahwa aksi tersebut dinilai mencederai marwah Bumi Syekh Abdurrauf.(Red/sukri malau)