Putra Aceh Selatan Ukir Sejarah di NUS Singapura, Hafiz Ma'ruf Akbar Raih NUSS Medal
https://www.singkilnews.id/2026/07/putra-aceh-selatan-ukir-sejarah-di-nus.html
Foto Hafiz
SINGKILNEWS.ID – Nama Aceh kembali berkibar di panggung internasional. Hafiz Ma'ruf Akbar, pemuda asal Tapaktuan, Aceh Selatan, sukses mengharumkan Indonesia setelah meraih NUSS Medal for Outstanding Achievement, salah satu penghargaan tertinggi bagi lulusan berprestasi di National University of Singapore (NUS).
Prestasi tersebut diraih Hafiz usai menuntaskan pendidikan Master in International Affairs di Lee Kuan Yew School of Public Policy dengan predikat Distinction. Penghargaan itu diberikan atas kecemerlangan akademik, kepemimpinan, serta kontribusinya selama menempuh studi di salah satu universitas terbaik dunia.
"Alhamdulillah. Menutup perjalanan di Lee Kuan Yew School of Public Policy menjadi salah satu kehormatan terbesar dalam hidup saya," ujar Hafiz kepada wartawan, baru-baru ini.
Bagi Hafiz, medali bergengsi tersebut bukan sekadar pengakuan atas prestasi akademik, melainkan buah dari doa, perjuangan, dan pengorbanan kedua orang tua, keluarga, guru, mentor, serta sahabat yang terus mendukung setiap langkahnya.
Perjalanan Hafiz menuju NUS bukanlah kisah sukses yang instan. Ia mempersiapkan diri selama bertahun-tahun dengan meningkatkan kemampuan akademik, mengasah bahasa Inggris, serta aktif dalam berbagai organisasi, kegiatan sosial, dan kepemimpinan.
Selama menempuh pendidikan di Singapura, Hafiz dipercaya mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari Resident Assistant, Teaching Assistant, Ketua Umum FORMAD, hingga terlibat dalam berbagai program sosial dan kemanusiaan. Dedikasinya juga mengantarkannya meraih Dean's Leadership Award, penghargaan khusus atas kepemimpinan dan pengabdian kepada komunitas kampus.
Perjalanan hidup Hafiz bahkan mendapat perhatian akun resmi Instagram NUS dalam rangkaian Commencement Class of 2026.
Pengalaman masa kecilnya sebagai penyintas tsunami Aceh 2004 menjadi salah satu kisah yang membentuk kepeduliannya terhadap isu-isu kemanusiaan dan hubungan internasional.
Kepada generasi muda Aceh, Hafiz menitipkan pesan agar tidak membatasi mimpi hanya karena berasal dari daerah.
"Jangan pernah merasa mimpi kalian terlalu besar hanya karena berasal dari daerah. Tempat kita dilahirkan tidak menentukan sejauh mana kita bisa melangkah."
Ia menegaskan, universitas dan program beasiswa kelas dunia tidak hanya mencari mahasiswa dengan nilai akademik tinggi, tetapi juga sosok yang memiliki integritas, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan visi yang jelas untuk masa depan.
Hafiz berharap semakin banyak putra-putri Aceh berani bersaing di tingkat global, menimba ilmu di kampus-kampus terbaik dunia, lalu kembali membangun daerah dengan ilmu, pengalaman, dan jejaring internasional.
"No distance too far, no dream too late," tutup Hafiz.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Simpang kanan kabupaten Aceh Singkil sekaligus Bunda Hafiz, Hazimar Ar, S.Pd., mengaku haru dan bersyukur atas pencapaian putranya.
"Sebagai Bunda nya,saya hanya bisa memanjatkan syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas anugerah ilmu yang diberikan kepada Hafiz hingga mampu menyelesaikan pendidikan magister di Singapura. Semoga ilmu yang dimilikinya menjadi ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama," ujar Hazimar.
Prestasi Hafiz menjadi bukti bahwa putra daerah dari Aceh mampu bersaing dan meraih pengakuan di tingkat dunia. Kisahnya diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi, bekerja keras, dan tidak pernah menyerah mengejar cita-cita.(Red)