Dilema Seorang Ibu: Ketika Anak Diduga Disakiti Tante Kandung, Nuridawati Pilih Berjuang

Foto: ilustrasi

SINGKILNEWS.ID — Tidak ada seorang ibu yang sanggup melihat anaknya terluka, terlebih ketika luka itu diduga datang dari orang yang masih memiliki hubungan darah.
Itulah yang kini dirasakan Nuridawati, warga Desa Srikayu, Kecamatan singkohor Kabupaten Aceh Singkil.

Di satu sisi, ia adalah seorang ibu yang ingin melindungi buah hatinya. Namun di sisi lain, ia harus berhadapan dengan kenyataan pahit karena orang yang dilaporkan terkait dugaan kekerasan terhadap anaknya justru merupakan kakak kandungnya sendiri.

Putrinya yang masih berusia 10 tahun diduga mendapat perlakuan kasar saat keluarga besar berkumpul dalam sebuah acara hajatan di Desa Cingkam, Aceh Singkil.

Peristiwa itu terjadi pada 12 September 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.

Hari yang semestinya menjadi momen berkumpul dan mempererat tali keluarga tersebut justru meninggalkan kesedihan mendalam bagi Nuridawati dan anaknya.

Menurut penuturan Nuridawati, persoalan yang awalnya terjadi di antara orang dewasa kemudian berujung kepada anaknya.

Ia menyebut, kakaknya berinisial RP (52), warga Desa Sianjo-anjo, Kecamatan Gunung Meriah, diduga meremas lengan atas anaknya dengan kasar, mengayun-ayunkan tubuh bocah tersebut, kemudian mendorongnya ke depan.
Bagi seorang ibu, melihat anaknya diperlakukan seperti itu bukan perkara sederhana.

Apalagi, orang yang diduga melakukan tindakan tersebut bukan orang asing. Ia adalah saudara kandungnya sendiri.

Nuridawati mengaku hatinya terasa berat. Ia tidak pernah membayangkan persoalan keluarga harus berujung pada laporan kepolisian.

Ia masih memiliki rasa sebagai seorang adik. Masih ada hubungan darah. Masih ada kenangan sebagai keluarga.
Namun di atas semua itu, ada seorang anak yang menurutnya harus dilindungi.

“Anak saya masih kecil. Saya sebagai ibu tentu sangat terpukul melihat kejadian itu,” ujar Nuridawati,Saptu(3/10/2026).

Awalnya, Nuridawati memilih menahan diri.
Ia tidak ingin persoalan keluarga semakin panjang. Ia berharap ada jalan penyelesaian secara kekeluargaan, bahkan berharap sebuah permintaan maaf dapat menjadi pintu untuk mengakhiri persoalan.

Namun, menurut pengakuannya, permintaan maaf tersebut tidak kunjung datang.

“Sebenarnya tidak ada niat untuk membawa persoalan ini ke kepolisian, namun tidak ada iktikad baik dari dia untuk meminta maaf,” tegasnya.

Sehari setelah kejadian, Nuridawati akhirnya mengambil keputusan yang tidak mudah.
Setelah berdiskusi dengan keluarga dan tim advokat, ia melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Aceh Singkil.
Bukan karena ia ingin bermusuhan dengan kakaknya.

Bukan pula karena ingin memutus hubungan keluarga.Ia mengatakan, keputusan tersebut diambil karena dirinya merasa harus berdiri di depan anaknya.

Ketika anak belum mampu memperjuangkan dirinya sendiri, seorang ibu merasa harus menjadi suara dan pelindung bagi buah hatinya.

“Saya hanya ingin anak saya mendapatkan perlindungan dan keadilan,” katanya.

Nuridawati menyadari, membawa saudara sendiri ke ranah hukum merupakan keputusan yang berat.

Namun, ia berharap proses hukum dapat menjadi jalan untuk mengetahui secara terang apa yang sebenarnya terjadi di lokasi hajatan tersebut.

Ia juga berharap kasus tersebut tidak kembali terjadi kepada anaknya maupun anak-anak lainnya.

Baginya, persoalan ini bukan semata-mata tentang hubungan antara kakak dan adik.
Ada seorang anak yang masih berusia 10 tahun.
Ada hati kecil yang mungkin belum memahami mengapa orang dewasa bisa bersikap kasar kepadanya.

Dan ada seorang ibu yang kini harus memilih antara mempertahankan diam demi hubungan keluarga atau berdiri untuk melindungi anaknya.
Nuridawati memilih yang kedua.

Ia menyerahkan seluruh proses kepada kepolisian dan berharap hukum dapat berjalan secara objektif, tanpa dipengaruhi hubungan darah antara pihak-pihak yang terlibat.

Sebab bagi seorang ibu, anak adalah bagian dari hidup yang harus dijaga.

Dan ketika anaknya diduga terluka, rasa sakit seorang ibu terkadang jauh lebih dalam daripada luka yang terlihat.(Red/Tim)



Related

SOSIAL 4042225966575258677

Post a Comment

emo-but-icon

item