Harga Sawit Aceh Singkil Turun, Apkasindo Pertanyakan Efektivitas B50 dan Desak PMKS Patuhi Harga Disbun

DPP APKASINDO (presiden sawit) bapak gulat Manurung dan DPD APKASINDO Aceh Singkil

SINGKILNEWS.ID – Penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani kembali menjadi sorotan di Kabupaten Aceh Singkil. Di tengah harapan besar terhadap program mandatori biodiesel B50, petani justru masih menghadapi tekanan harga yang dinilai belum mencerminkan manfaat kebijakan tersebut.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Aceh Singkil, Syarifuddin Bancin, mempertanyakan efektivitas program B50 yang digadang-gadang mampu meningkatkan penyerapan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di dalam negeri sekaligus mendorong harga TBS petani.
Baca juga:https://www.singkilnews.id/2026/10/lmnd-sentil-prokopim-aceh-singkil.html?m=1

Menurutnya, kondisi di lapangan justru memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana kebijakan tersebut memberikan dampak nyata bagi petani, khususnya pekebun swadaya di Aceh Singkil.

“Kalau B50 efektif, harusnya harga TBS naik, bukan malah turun,” ungkap Syarifuddin Bancin,senin(12/10/2026)

Ia menduga penurunan harga tersebut turut dipengaruhi penerapan sistem ekspor satu pintu melalui PT DSI serta lambatnya penyerapan CPO untuk kebutuhan biodiesel.

Kondisi itu, menurutnya, menyebabkan tangki penyimpanan sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) mulai penuh sehingga pembelian TBS dari petani berpotensi dikurangi.Syarifuddin menegaskan, persoalan harga TBS tidak boleh hanya dilihat dari sisi industri.

Pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan kebijakan pengelolaan sawit benar-benar memberikan manfaat hingga ke tingkat pekebun, yang selama ini menjadi bagian penting dari rantai pasok industri kelapa sawit.

Selain mempertanyakan efektivitas B50, Apkasindo Aceh Singkil juga mendesak seluruh Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) yang beroperasi di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Singkil, agar mematuhi ketentuan harga TBS yang ditetapkan oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Aceh.

“Kami meminta seluruh PMKS agar mengikuti ketentuan harga dari Disbun Aceh. Jangan membeli TBS petani di bawah harga penetapan. Kasihan petani kalau terus dirugikan,” tegasnya.

Apkasindo berharap pemerintah pusat bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) segera mengevaluasi pelaksanaan program B50, termasuk dampaknya terhadap penyerapan CPO dan harga TBS di tingkat petani.

Menurut Apkasindo, keberhasilan kebijakan biodiesel semestinya tidak hanya diukur dari peningkatan penyerapan sawit untuk kebutuhan industri dalam negeri, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan pekebun.

Di sisi lain, kepatuhan PMKS terhadap ketentuan harga TBS yang berlaku perlu menjadi perhatian serius agar petani tidak terus menanggung tekanan harga di tengah dinamika industri kelapa sawit.

Apkasindo Aceh Singkil berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan petani memperoleh perlakuan yang adil dalam rantai perdagangan sawit. (Red)

Related

SOSIAL 7333922812370464058

Post a Comment

emo-but-icon

item