Tak Biarkan Siswa Korban Banjir Kehilangan Masa Depan, Oyon–Hamzah Salurkan Seragam dan Sepatu Sekolah
https://www.singkilnews.id/2026/01/tak-biarkan-siswa-korban-banjir.html
SINGKILNEWS.ID—Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, didampingi Wakil Bupati,Hamzah Sulaiman, menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan dengan menyalurkan bantuan seragam dan sepatu sekolah bagi siswa terdampak banjir, Selasa (6/1/2026).
Penyaluran bantuan berlangsung di SD Negeri 1 Pasar Singkil dan SD Negeri 2 Rimo, menyasar siswa yang terdampak langsung bencana banjir beberapa waktu lalu.
Bantuan tersebut bersumber dari Dana Bantuan Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2025, yang disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak bencana.
Dalam sambutannya, Bupati Safriadi Oyon menegaskan bahwa pendidikan merupakan prioritas utama, terlebih bagi anak-anak yang sedang menghadapi kesulitan akibat musibah alam.
“Anak-anak kita tidak boleh kehilangan semangat belajar hanya karena bencana. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka tetap bisa bersekolah dengan layak dan penuh semangat,” ujar Oyon.
Penyerahan bantuan turut didampingi jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil. Kehadiran pimpinan daerah disambut antusias oleh para siswa, guru, serta orang tua murid.
Wakil Bupati,Hamzah Sulaiman, menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat agar setiap bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Para kepala sekolah dan wali murid menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Bantuan ini dinilai sangat membantu meringankan beban keluarga sekaligus memotivasi siswa untuk kembali fokus belajar.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Aceh Singkil berharap tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga menumbuhkan semangat dan harapan baru bagi generasi muda untuk terus meraih cita-cita meski di tengah keterbatasan.
(Red/Sukri Malau)