Takjub Lihat Panggung Megah Karya Santri, Wakil Bupati Aceh Singkil: Ponpes Al-Ishaqi Bukti Kreativitas dan Kemandirian Jelang Ramadan
https://www.singkilnews.id/2026/02/takjub-lihat-panggung-megah-karya.html
SINGKILNEWS.ID – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Pondok Pesantren Al-Ishaqi,Desa Lae Butar, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil menggelar pentas seni spektakuler, Sabtu malam (14/2/2026). Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB itu berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman, yang tampak terkesan sejak pertama memasuki arena acara.
Dalam sambutannya, Hamzah menegaskan pentingnya memperkuat persiapan spiritual dan sosial menjelang Ramadan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan mempererat silaturahmi.
“Mari kita sambut Ramadan dengan hati yang bersih dan lapang. Kedamaian Aceh Singkil terletak pada sikap saling menghargai dan menjaga ukhuwah,” tegasnya di hadapan ratusan santri dan tamu undangan.
Namun yang paling menyita perhatian adalah kemegahan panggung utama. Dekorasi bernuansa arsitektur islami tampil detail, artistik, dan tampak seperti bangunan permanen profesional.
Hamzah Sulaiman bahkan mengaku sempat menyangka panggung tersebut dibangun oleh kontraktor luar.
“Saya kira ini dikerjakan pihak profesional atau bangunan permanen. Ternyata semua hasil karya santri dan pengasuh sendiri. Ini bukan karya biasa—ini bukti kemandirian dan kreativitas luar biasa,” ujarnya dengan nada kagum.
Pentas seni itu menghadirkan beragam penampilan, di antaranya:Pencak Silat – Aksi bela diri penuh energi yang memukau penonton.
Tarian Islami – Gerak harmonis sarat nilai religius.Puisi dan Teater Religi – Mengangkat pesan moral dan semangat perjuangan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas, bakat, dan mental mandiri generasi muda.
Menjelang Ramadan, Ponpes Al-Ishaqi menegaskan pesan kuat: tradisi, seni, dan spiritualitas dapat berjalan beriringan, membangun karakter santri sekaligus memperkuat harmoni masyarakat Aceh Singkil. (Red)