Mahasiswa Tantang Safriadi Oyon Debat Terbuka: “Jangan Hanya Berani Sindir, Berani Uji Data di Depan Rakyat”

 mahasiswa sedang orasi

SINGKILNEWS.ID – Aktivis mahasiswa Aceh Singkil melontarkan tantangan terbuka kepada Bupati Safriadi Oyon untuk hadir dalam debat publik dan mempertanggungjawabkan pernyataannya yang dinilai menyudutkan gerakan mahasiswa.

Tantangan itu ditegaskan sebagai ujian keberanian, integritas, dan komitmen transparansi seorang kepala daerah dalam menghadapi kritik rakyat.

Inisiator Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Aceh Singkil (SOMPAS), M. Yunus, menilai pernyataan bernada sindiran yang disampaikan Bupati di ruang publik justru mencerminkan sikap defensif, bukan kepemimpinan yang dialogis.

“Jika Bupati berani menyampaikan kritik terhadap mahasiswa di ruang publik, maka seharusnya juga berani duduk satu meja dalam debat terbuka. Hadapi kami dengan data dan fakta, bukan dengan narasi yang melemahkan substansi,” tegas Yunus, minggu 15 februari 2026.

Menurutnya, mahasiswa tidak sedang membangun polemik personal, melainkan menuntut pertanggungjawaban konkret atas kebijakan dan kinerja Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil yang dinilai masih menyisakan banyak persoalan mendasar.

Isu yang siap dibedah dalam debat tersebut antara lain keterlambatan pengesahan APBK, tata kelola pemerintahan, transparansi anggaran, hingga efektivitas program yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Debat terbuka adalah ruang paling jujur dalam demokrasi. Tidak ada pencitraan, tidak ada narasi sepihak. Yang ada hanya argumentasi berbasis data. Jika ajakan ini dihindari, publik tentu berhak mempertanyakan komitmen keterbukaan pemerintah daerah,” lanjutnya.

SOMPAS menegaskan, ajakan debat ini bukan panggung sensasi politik, melainkan bentuk kontrol sosial dan perlawanan intelektual terhadap praktik kekuasaan yang dinilai anti-kritik.

“Kami tidak mencari panggung. Kami menagih tanggung jawab. Jabatan Bupati adalah mandat rakyat dan mandat itu wajib diuji secara terbuka,” kata Yunus.

Mahasiswa bahkan menyatakan siap menggelar debat di ruang terbuka, disiarkan secara luas, serta melibatkan akademisi, tokoh masyarakat, dan media independen sebagai penyeimbang.
SOMPAS memberi tenggat waktu 3×24 jam sejak rilis ini dipublikasikan agar Bupati menyampaikan sikap resmi atas tantangan debat terbuka tersebut.

“Pemimpin yang percaya diri tidak takut diuji. Yang takut diuji biasanya tidak siap dipertanggungjawabkan,” tutup Yunus.(Red)

Related

SOSIAL 109151777348322864

Post a Comment

emo-but-icon

item