Agustian Diangkat Jadi Plt Keuchik Sebatang, Muncul Tanda Tanya Besar: Ada Apa di Balik Keputusan Ini?
https://www.singkilnews.id/2026/06/agustian-diangkat-jadi-plt-keuchik.html
foto Fajri ketua Pemuda Desa sebatang
SINGKILNEWS.ID – Pengangkatan Agustian, S.Pd sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Keuchik Kampong Sebatang, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, memunculkan berbagai tanda tanya di tengah masyarakat.
Agustian yang sebelumnya menjabat sebagai Kaur Keuangan Kampong Sebatang ditunjuk sebagai Plt Keuchik berdasarkan Surat Keputusan Bupati Aceh Singkil Nomor 100.3.1.5/136/2026.
Dalam keputusan tersebut, Bupati Aceh Singkil memberhentikan sementara Rajab dari jabatan Keuchik Sebatang. Untuk menjamin efektivitas dan kelancaran penyelenggaraan pemerintahan kampong, seluruh tugas dan kewajiban keuchik kemudian dilimpahkan kepada Agustian selaku Plt Keuchik Sebatang.
SK tersebut ditandatangani oleh Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, pada tanggal 2 Mei 2026.
Namun, keputusan itu menuai sorotan dari sejumlah elemen masyarakat. Ketua Pemuda Kampong Sebatang, Fajri, menilai pengangkatan Agustian tidak lepas dari berbagai pertanyaan yang hingga kini belum terjawab secara terbuka.
"Kami melihat ada tanda-tanda yang menimbulkan dugaan adanya skenario di balik pengangkatan Agustian sebagai Plt Keuchik Sebatang. Apalagi yang bersangkutan merupakan adek ipar dari Rajab, keuchik definitif yang saat ini sedang menghadapi proses hukum dan perkaranya telah memasuki tahap persidangan," kata Fajri, Saptu (6/6/2026).
Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui alasan dan pertimbangan yang digunakan dalam penunjukan Plt tersebut, terlebih di tengah situasi kampong yang sedang menjadi perhatian publik.
Meski demikian, Fajri menegaskan pihaknya masih akan melihat terlebih dahulu bagaimana kinerja Plt Keuchik yang baru sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
"Saat ini kami memilih mengamati terlebih dahulu. Namun apabila dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan harapan masyarakat, kami akan melakukan berbagai upaya untuk mengawal jalannya pemerintahan kampong," ujarnya.
Fajri menambahkan, persoalan yang terjadi di Kampong Sebatang bukan sekadar pergantian pejabat sementara, melainkan menyangkut tata kelola pemerintahan desa, pelayanan publik, serta akuntabilitas penggunaan anggaran yang harus dijalankan secara transparan.
"Persoalan Sebatang adalah persoalan bersama. Pemerintahan kampong harus berjalan untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, keterbukaan informasi dan akuntabilitas dari para pemangku kebijakan sangat diperlukan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat," tutupnya.(Red)