Mayoritas Dapur MBG di Aceh Singkil Belum Bersertifikat, Warga Mulai Khawatir

 foto. Ilustrasi dapur MBG

SINGKILNEWS.ID – Masyarakat Kabupaten Aceh Singkil mulai mempertanyakan operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya, dari 17 dapur yang saat ini beroperasi, baru tiga dapur yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Padahal, SLHS merupakan salah satu persyaratan wajib bagi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjamin keamanan dan kelayakan makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat program.

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah menegaskan bahwa dapur yang beroperasi tanpa SLHS dapat dikenakan sanksi, termasuk penghentian operasional hingga persyaratan dipenuhi.

Sejumlah warga menilai pemerintah daerah perlu meningkatkan pengawasan dan melakukan penertiban terhadap dapur-dapur yang belum memenuhi ketentuan tersebut.

Selain itu, warga juga menyoroti keberadaan beberapa dapur yang beroperasi di bangunan ruko yang pada bagian atasnya terdapat sarang burung walet. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi aspek kebersihan dan kesehatan lingkungan dapur.

Masyarakat pada umumnya mendukung pelaksanaan Program MBG karena dinilai bermanfaat dalam membantu pemenuhan gizi anak-anak. Namun, mereka berharap seluruh dapur penyedia makanan memastikan standar sanitasi, higiene, dan keamanan pangan telah terpenuhi sebelum beroperasi.

Berdasarkan hasil penelusuran Singkilnews.id di Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil, hingga Rabu (4/6/2026), dari 17 dapur MBG yang beroperasi di wilayah tersebut, baru tiga dapur yang telah memiliki Sertifikat Layak Higienes Sanitasi (SLHS).(Red)

Related

SOSIAL 5116562449522700162

Post a Comment

emo-but-icon

item