71 Keluarga Petani Terpuruk, Sawah Produktif di Ujung Limus Berubah Jadi Lautan Pasir

 Kades,di lahan pertanian

SINGKILNEWS.ID – Harapan puluhan keluarga petani di Desa Ujung Limus, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, kini terkubur bersama hamparan pasir yang menutupi sawah mereka pascabanjir besar tahun 2025.

Sebanyak 24 hektare lahan persawahan yang selama puluhan tahun menjadi sumber kehidupan masyarakat kini berubah menjadi hamparan pasir tebal. 

Endapan pasir setinggi 40 hingga 45 sentimeter yang dibawa arus banjir dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Lae Cinendang membuat tanah kehilangan kesuburannya dan tidak lagi mampu menghasilkan panen seperti sebelumnya.

Bagi sebagian orang, hamparan pasir itu mungkin hanya terlihat sebagai dampak bencana. Namun bagi warga Ujung Limus, pasir tersebut telah menutup sumber penghidupan, harapan, dan masa depan keluarga mereka.
Sebanyak 71 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 346 jiwa terdampak langsung akibat kerusakan lahan tersebut. 

Mayoritas warga menggantungkan hidup dari bertani dan beternak secara turun-temurun. Kini mereka menghadapi ketidakpastian, karena sawah yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga tidak lagi dapat digarap secara normal.

Kepala Desa Ujung Limus, Basrin, mengatakan kerusakan lahan akibat timbunan pasir telah menyebabkan petani gagal panen dan kehilangan sumber pendapatan.

“Kami berharap pemerintah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Singkil segera turun melakukan kajian teknis dan penanganan agar lahan persawahan warga dapat dipulihkan dan kembali berfungsi sebagaimana mestinya,” kata Basrin, Sabtu (30/5/2026).

Di tengah kesulitan yang dihadapi masyarakat, pemerintah desa terus mengingatkan warga agar tidak mengalihkan fungsi lahan persawahan menjadi kebun kelapa sawit.

Menurutnya, sawah merupakan aset pertanian yang harus dipertahankan sambil menunggu adanya solusi dan langkah nyata dari pemerintah.

Meski dilanda kesulitan, warga masih menyimpan harapan. Mereka berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap penderitaan yang mereka alami.

Bantuan pemulihan lahan dan penanganan yang tepat sangat dibutuhkan agar sawah kembali produktif dan masyarakat dapat kembali menanam padi, sebagaimana yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun.

Bagi warga Ujung Limus, memulihkan sawah bukan sekadar mengembalikan lahan pertanian, tetapi juga mengembalikan sumber kehidupan ratusan jiwa yang kini berada di ujung ketidakpastian.(Red/sukri malau)


Related

SOSIAL 4907500449183120202

Post a Comment

emo-but-icon

item